Senin, 28 April 2014

Razia oh Razia

Sumber gambar: google.com
Selamat Siang! Polisi dan Razia. 2 kata yang sangat di takuti oleh para remaja –termasuk gue- yang belum mempunyai surat izin mengemudi a.k.a SIM. Bukan hal aneh kalau melihat anak-anak dibawah umur sudah bisa mengendarai motor atau mobil di jalan raya  -termasuk gue lagi-.

Kemarin pas gue mau berangkat ke Cikeas ada razia di depan Mekarsari, karena masih sayang sama isi dompet, gue lebih memilih buat putar arah mencari jalan pintas untuk sampai ke Cileungsi. Untung pas tahu ada polisi itu dari jauh, tapi, walaupun dari jauh, kaki gemeteran tjooooy! Entah kenapa kalau ketemu sama polisi kaki gue selalu begitu.

Pernah juga beberapa Minggu yang lalu gue sama Ayu mau ke Gramedia Depok. Rada nekat juga sih, padahal udah tahu kalau Depok itu sarangnya razia. Tiap tikungan polisi suka muncul tiba-tiba dan siap buat nilang. Karena modal nekat sudah kuat, berangkatlah siang itu ke Gramed. Awalnya mau lewat jalan pintas, tapi si Ayu lupa jalannya. Karena dia sudah nggak bisa ditanya-tanya soal jalan, akhirnya kita memutuskan lewat jalan biasa. Yang nantinya akan lewat jalan Juanda dan Margonda –sarangnya razia-. Daaaan, benar saja! Baru mau belok ke Juanda ada yang teriak-teriak, “Puter balik! Razia! Razia”. Dari ujung keliatan polisinya udah lirik-lirik.
Gimana dong? Masa harus lewat ke kelapa dua? Balik lagi dong? Haiks! Karena nggak ada pilihan lain, ya, dengan terpaksa puter arah dan terpaksa juga lewat kelapa dua yang jaraknya lumayan jauh dari situ. Setelah Tanya-tanya, kalau mau ke kelapa dua itu harus lewat jalan Raya Bogor. Okay, dengan semua kenekatan yang telah terkumpul, gue mulai mencari jalan, Tanya kanan-kiri.
Jam sudah menunjukan pukul setengah 12 siang, tapi, kenapa belum sampai juga? Sambil bawa motor dan kepala celingak-celinguk ke kanan-kiri, tiba-tiba…. Jreng jreng! ITC CIJANTUNG! INI DIMANAAAAA? HAAAA! GUE MAU KE DEPOK, KENAPA MALAH KE CIJANTUNG? ADUH, CAPS LOCK KENAPA NYALA TERUS SIH. KOK BEGINI SIH? HIH!
Maaf, tadi caps locknya tadi keseleo. Sebenenya sih, gue bukan mau nyeritain tentang nyasar-nyasar ke Cijantung, dan yang tadi anggap curhat *ditimpukin yang baca*
---

Buat apa ditilang kalau masih bisa ‘kabur’ dari hukuman? Kaburnya bukan langsung lari begitu aja, tapi, kabur dengan cara nyogok. Yang sudah biasa pasti suka menggunakan kata-kata ini “Udahlah, Pak. Damai aja *sodorin uang 20rb*” Iya kan? Nggak usah ngeles deh…
Menurut gue sih, percuma kalau ada razia kalau nggak ada tindakan yang bikin si pengendara itu jera. Ya itu tadi, cuma ngeluarin uang 20rb, masalah selesai. Gimana mau bikin kapok kalau hanya begitu saja? Kalau di iklan atau lagi diliput sama wartawan pada nggak mau nerima sogokan. Tapi kalau nyatanya? Banyak yang masih menerima sogokan. Eh, nggak tau juga sih, mungkin ada juga yang masih ‘bersih’ dan nggak mau nerima sogokan. Semoga saja.
Remaja di bawah umur yang membawa kendaraan sendiri itu pasti dia punya perhitungan sendiri, misalnya, biar nggak telat masuk sekolah.

Kenapa jalannya nggak lebih pagi, lalu naik angkutan umum?

Yakali mau dateng ke sekolah jam 5 pagi, satpamnya aja belum dateng. Andaikan kalau jalanan bebas macet dan ada kendaraan khusus untuk pelajar seperti di Negara-negara lainnya. Malahan, kalau tidak salah, di Amerika itu ada bus, dan kalau penumpangnya adalah pelajar atau mahasiswa, gratis! Pasti kalau di Indonesia ada yang seperti ini, mereka juga akan lebih memilih naik angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi, yang harus ngisi bensin sendiri.
Lagipula, nggak semua pengendara dibawah umur ugal-ugalan, ya, kayak gue gini lah *angkat kerah*. Walaupun kenyataannya, kebanyakan yang ugal-ugalan dan tidak mematuhi peraturan speerti, memakai helm.

---

Mau tahu tips biar nggak kena tilang? Simak!

1.       Bawa surat-suratan yang lengkap!

Yang ini sih udah pasti ya. Biasanya, orang kena tilang karena nggak punya surat-suratan yang tidak lengkap. Tapi, bisa juga kena tilang gara-gara tutup pentil ban nggak ada. Atau juga, karena tidak memakai helm.

2.       Perhatikan sekeliling

Perhatikan jalan baik-baik, kalau jalanan disamping kalian penuh dan tidak seperti biasanya, kemungkinan besar di depan ada razia. Atau lihat saja di pinggir jalan, jika banyak pengendara motor yang bergerombol dan sedang memerhatikan gerak-gerik seseorang, patut curiga. Bisa jadi itu polisi.

Gue pernah salah sangka, kirain pengendara motor yang bergerombol itu mau konvoi, karena gue tidak tahu, ya, lanjut jalan aja. Pas di depan… jreng jreng!! Polisi banyak banget tjoy. Balik lagi? Nggak mungkin! Bisa-bisa langsung di Tarik kepinggir sama polisinya. Karena sudah terlanjur, gue berusaha tenang –padahal kaki gemeteran- dan terus meng-gas motor tanpa henti.

3.       Kedip-kedip

Kalau kalian merasa cantik dan kece dan sudah terlanjur di Tarik kepinggir sama polisnya, ada baiknya kedip-kedip sambil berusaha kabur. Siapa tahu polisinya bengong terpesona dan tanpa sadar membebaskan kalian. Apalagi kalau yang kedip-kedipnya cowok, beh, pasti udah disuruh pergi duluan sama polisinya. Jijay tjoy, dikedipin sama sesama cowok XD
---
Sebaiknya sih kalau mau bawa kendaraan, sudah punya surat-suratan yang lengkap dan sudah ada di batas umur yang sudah ditetapkan, Kalau terpaksa membawa kendaraan, patuhi aturan mainnya ya!
Inti postingan kali ini… silahkan simpulkan sendiri! Babay! *kabuuuuur*
NB: Guys, kalau ada yang punya info bedah buku, dalam waktu 2 minggu ini, kasih tau di kolom kometar ya! Tapi di daerah, Jakarta, Depok, Bogor atau Bekasi. Tararengkyu!

Kamis, 24 April 2014

Kelakuan Manusia Terkutuk


Selamat Malam! Akhir-akhir ini tau dong berita apa yang lagi bikin geger seluruh penghuni di bumi? Yap! JIS a.k.a Jakarta Internasional School (TK). Wuih, langsung kebayang yang megah-megah kalau terselip kata ‘Internasional’. Tetapi, semua yang terbayang ‘keren’ hilang, karena suatu perbuatan terkutuk oleh para manusia tidak beradab.

Satu orang anak dengan inisial M mengaku bahwa telah mendapatkan kekerasan seksual dari petugas kebersihan sekolah! Gilaaaaaak! Bayangin guys, dia baru 5 tahun keluar ke dunia, tapi sudah merasakan kejamnya para manusia yang tidak memiliki hati. Bahkan baru-baru ini muncul salah satu anak yang mengaku pernah mendapatkan perlakuan yang sama seperti M. Dan ternyataaa, korban kedua ini adalah teman si M, yang juga pernah melihat, mendapatkan kekerasan seksual dan kekerasan fisik.

Masih teringat jelas beberapa bulan yang lalu, ramai berita pelecehan seksual pada para wanita. Hampir setiap hari ada berita baru seperti itu. Masih ingat dengan kasus RI? Seorang anak perempuan yang menjadi korban sang Ayah. Iya, AYAH! Kenapa sih? Kenapa? Anak yang tidak punya salah apapun tetapi harus merasakan perbuatan terkutuk sang Ayah. Apa yang akan dikenang oleh anaknya dari sang Ayah? Perbuatan keji itu? Cih.

Bersyukurlah kita mempunyai orangtua yang sayang dan cinta kepada anaknya, dan tidak akan melakukan hal seperti itu.

---

Balik lagi ke JIS..
Vahey, seorang guru yang pernah mengajar di JIS selama 10 tahun, ternyata seorang pedofil! GURU! Iya, GURU! 10 TAHUN! Bayangkan, seorang paedofil berkeliaran di kerumunan anak-anak yang sewaktu-waktu bisa menjadi mangsanya. Gue rasa korban di JIS tidak hanya satu-dua, apalagi setelah terungkapnya bahwa pernah ada seorang guru yang ternyata seorang pedofil bekerja di JIS. Vahey juga dikabarkan telah melakukan kekerasan kepada 90 anak di 9 Negara yang berbeda! Sadis! Sayangnya sekarang tidak ada informasi yang bisa di dapatkan dari manusia keji itu. Pasalnya, Vahey sudah meninggal terlebih dahulu karena bunuh diri beberapa waktu yang lalu saat sedang dikejar-kejar FBI

Menurut gue ini benar-benar sudah kelewatan, bagaimana bisa sekolah yang ‘katanya aman’ untuk anak-anak tetapi masih ada manusia-manusia yang siap merusak masa depan anak-anak. Apalagi biaya bulanan di JIS mencapai 20jt! Gue hampir nggak bisa nafas pas tahu uang bulanannya sampai segitu. Daripada buat bayar TK, mendingan buat ganti notebook tjoooy *salahfokus-_-

Satu fakta yang sangat mengejutkan, JIS yang sudah berdiri sejak belasan tahun yang lalu (tepat tahunnya, lupa.) ternyata tidak memiliki izin! Mungkin karena JIS sudah memiliki beberapa tingkatan kelas, jadi dia merasa ‘aman’ dan tidak mengurusi izin *soktau. Di media cetak yang gue baca, katanya, JIS sudah resmi di tutup. Ini masih ‘katanya’ sih.

Sampai saat ini baru ada 2 tersangka. Salah satu tersangkanya sudah mempunyai Istri dan seorang anak. Kenapa dia nggak sama Istrinya aja sih? Kenapa harus orang lain yang jadi sasarannya? Istrinya buat apa? Pajangan doang? Hih. Kenapa dia nggak berpikir kalau itu terjadi sama anaknya nanti? Apa dia tidak akan marah jika itu terjadi sama anaknya? Nanti saat anaknya besar, dan ditanya oleh teman-temannya tentang Ayahnya, apa yang akan anaknya jawab? Apa? Kenapa? Kenapa? Terlalu banyak ‘Apa’ dan ‘kenapa’ buat permasalahan ini. Udah ah, ngantuk. Untuk masalah yang ini jangan Tanya ‘kenapa’ :p

Bingung sebenernya gue mau ngejelasin apa, ya intinya begitu deh, dan gue juga bingung mau dikasih judul apa. Yaaa.. pokoknya mah hati-hati untuk diri kita sendiri. Yang mempunyai anak, adik, saudara harus dijaga semaksimal mungkin agar kejadian seperti ini tidak terjadi sama kita semua. Hey, untuk siapa saja, harap dijaga ‘itu’nya, jangan sembarangan nyelonong kemana-mana. Kalau mau, cari yang halal. Kalau belum punya yang halal, ya, di tahan! Mwahahaha XD

Minggu, 20 April 2014

#TalkWith Dy Lunaly


Selamat Malam! Postingan kali ini akan sedikit berbeda dari biasanya. Yap! Kali ini gue berhasil berbincang-bincang sama salah satu penulis yang karya-karyanya itu keren-keren! Salah satu novelnya yang pernah gue baca berjudul, Pssst…!. Iya, itu judulnya. Unik kan? Apalagi isinya! Kak Dy juga sudah punya 4 novel yang diterbitkan di Bentang Belia, judulnya, My Daddy ODHA, Remember Dhaka, NY Over Heels dan Pssst…!. Ada juga hasil bareng-bareng dengan judul, #CrazyLove: Move On.

Awalnya gue iseng-iseng aja kirim e-mail ke Kak Dy minta waktunya sebentar buat di kepoin. Waktu ngirim email itu nggak berharap dibalas juga sih, soalnya waktu itu pernah gue ngirim e-mail ke *sensor*. Sombongnya minta ampun! Cuma dibalas ‘Oh’. Kampret banget! Udahlah ya, nggak usah dibahas. Ternyataaaa… Kak Dy itu ramah banget! Nggak sampai 15 menit e-mail gue udah dibalas, dan dia bersedia buat gue repotin. Thank you so much! Mau tau keseruan cerita Dy Lunaly? Simak perbicangan singkat gue sama Kak Dy via whatsapp.

Ini dia Dy Lunaly! *ava twitter @DyLunaly *


---

Hai Kak Dy! Apa kabar? Sebelumnya, makasih banget ya, udah mau aku repotin siang-siang gini.

Hallo, kabarku sedikit kabur. But its okay *mulai absurd*

Aku suka banget sama novel Pssst…!, bisa ceritain sedikit nggak dapat ide dari mana?

Makasih banget udah baca dan senang banget kamu suka. Ide awalnya sih ingin nulis tentang sahabat dan perjalanan. Pernah dengar kan, kalau traveling itu bisa membuat persahabatan/hubungan makin kuat? Nah, itu yang ingin aku angkat.

Di novel Pssst…! Itu menceritakan tentang 5 orang yang tentunya sahabatan, keliling Eropa. Disitu Kak Dy menceritakan dengan detail setiap sudut Negara/Kota yang dikunjungi. Pasti Kak Dy sudah pernah keliling Eropa ya?

Aku belum pernah ke Eropa. Sama sekali belum, hehe. Pengen banget kesana. Tapi, sayangnya belum kesampean.

Serius? Wow! Tambah lagi novelnya Kak, kumpulin honornya buat keliling Eropa! Siapa tahu ketemu sama Kalyan di dunia nyata. *Tau Kalyan? Belum tau? Baca novel Pssst…!*

Serius. Aku bermodalkan blog-blog traveling dan google. Hahaha, pengennya sih begitu. Makanya borong novel aku dong!

Pssst…! Novel ke berapa? Coba di absen novelnya, nanti kalau ke toko buku, aku beli. Soalnya yang aku tahu Cuma Pssst…! aja, hehe

Novel ke empat, bareng Bentang Belia. Boleh banget! My Daddy ODHA, Remember Dhaka, NY Over Heels dan Pssst…! Dan ada juga buku keroyokan, #CrazyLove: Move On. Apa?! Cuma tahu Pssst…! aja? Errr…

*kabuuuur* Hahaha, sekarang lagi sibuk apa nih?

Baru selesai ngerjain novel dan novella remaja untuk Bentang Belia. Sekarang lagi merambah ke novel dewasa, hehe. Do’ain segera selesai, bagus dan disukai ya!

Aamiin! Aku juga lagi bikin novel nih. Ini ceritanya novel perdana gitu, do’ain juga ya! *kok jadi aku yang curhat*

Di do’akan segera selesain dan di terbitin.

Hmm… Apa lagi yaaa? Oh iya, proses penulisan novel Pssst…! Berapa lama Kak?

Nah, kalau buat Pssst…! Agak lama. Di awal-awal bolak-balik nggak sreg sama tulisan sendiri. Nggak tahu kenapa. Pokoknya kerasa nggak pas aja. Mungkin karena terlalu banyak yang pingin ditulis, terus bingung sendiri dan mungkin juga karena belum menemukan judul yang ‘pas’. Nulis ini awal Desember sampai Mei.

Tapi hasilnya memuskan banget kan Kak!

Ah, Syukurlah.

Satu lagi nih, cara ngatasin stuck ala Kak Dy gimana sih?

Kalau stuck, biasanya aku berhenti menulis. Dan ak melakukan hobiku yang lain seperti membaca, traveling dan motret. Nanti juga lama-lama langsung kangen nulis lagi. Eh, udah nih segini aja?

Satu lagi deh, kenapa milik terjun kedunia kepenulisan? Kasih pesan-pesan dong buat mereka-mereka yang habis baca ini, siapa tahu bisa jadi penyemangat agar bisa cepat menyelesaikan naskahnya.

Karena…. It’s simple. Menulis menjagaku tetap waras. Untuk pesan-pesannya, menulislah karena kamu ingin menulis. Menulislah karena kamu cinta menulis dan, menulislah dengan hati. Tsaaah, sok keren banget ya?

Makasih udah mau berbagi cerita sama kita-kita semua, jangan kapok ya aku kepoin gitu, hahaha.

Hahaha, aku malah senang kalau dikepoin. Nambah kenalan baru.

---

Gimana? Kak Dy ramah banget kan? Kalau mau tahu lebih banyak tentang Kak Dy, bisa follow twitternya @DyLunaly atau mau lihat tulisan-tulisan Kak Dy yang lainnya bisa di dylunaly.blogspot.com. Sampai disini dulu kita berbincang bareng Kak Dy Lunaly yaa. Ditunggu karya terbarunya, Kak!

NB: Bikin postingan kayak begini karena gue bosen dengan isi blog yang gitu-gitu aja. Gue ingin ada perubahan sedikit disini. Gue pengen ada postingan seperti ini 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali, biar nggak terlalu banyak dan nggak cepat bosan. Jadi, tunggu aja siapa yang bakalan jadi korban ke-kepo-an gue selanjutnya! HAHAHA~ Satu lagi, maaf yaaaa menu di atas belum semuanya bisa dibuka. Masih dibikin isinya, hehe.

Jumat, 11 April 2014

Ini Kadoku, Mana Traktiranmu?

HAPPY BIRTHDAY IMA!! *tiup sangkala* Ciye sekarang udah 16 tahun, makin tua deh. Coba lo ada disini pas lagi ultah gini, kan lumayan bisa dapet makan gratis di Faiha atau Pempek. Hoho, oh iya, kalian tahu Ima?

Ima itu yang kalau nunggu Imaaa banget, bener kan?

Itu lama-_- Oke, jadi Ima itu temen kecil gue. Kayaknya sih emang gue udah ditakdirkan untuk bertemu doi, kenapa? Petama, bokap gue sama bokapnya Ima itu temen dari SMA. Kedua, Kakeknya Ima itu saling kenal sama kakeknya gue, temen seperjuangan lah. *entah mereka mereka bikin genk BFF juga atau nggak-_-* . Ketiga, tanggal lahir gue 04-11-1998 dan kalau Ima 11-04-1998. Liat coba liaaaaaat, awal-awalnya gue nggak terlalu sadar sama ini semua. tapi kalau dipikir-pikir aneh juga. Ah, intina mah kitu we lah. Intinya apaaa? HAHAHA~

Waw, doi orangnya kayak gimana?

Lelet, haha. Bukan gue doang yang merasa kalau Ima itu leletnya minta ampun. Apalagi kalau diajak main, dia bilangnya mau pakai kerudung dulu. Nah, kita nunggu diluar. Semenit.. dua menit.. tiga menit... doi nggak keluar-keluar, pas ditengok dirumahnya ternyata lagi duduk di depan tv sambil cengir-cengir. Tapi itu sih dulu, 6 tahun yang lalu. Sekarang mah udah gesit dongs, ya gak? *senggol Ima*

Selama temenan sama doi, ada yang paling berkesan nggak?

Yang paling berkesan itu pas gue sama Ima berantem selama 1 bulan. Lupa permasalahannya apa, yang jelas kita nggak saling tegur sapa. Yang paling gue inget pas lagi berantem gitu adalah ketika Ima bilang 'Sukurin' pas gue lagi terserang penyakit cacar air. Setelah satu bulan, gue nggak tahan juga diem-dieman terus, akhirnya sebelum shalat Maghrib ke masjid gue nitipin surat permohonan balikan ke Ima, lewat adiknya. Ima langsung ngerespon surat gue, dan besoknya udah main lagi kayak biasa, syalalala~

Satu lagi, gue jadi inget pas tanggal 11 April 2009, dimana saat itu gue, Ayu, Nisa, Puja udah siap-siap buat nimpukin Ima pake terigu campur telor yang amisnya nauzubillah. Tapi sayang banget hari itu kita gagal total buat nyiramin terigu campur telur itu ke Ima gara-gara Mia ngasih tau Ima *ini beda orang ya-_-* Kita rada gondok juga sih, iyalah, beli terigu sama telur itu hasil uang patungan dari uang jajan yang saat itu uang jajan cuma 1000 rupiah.

Tahun 2009--"


Waaah, seru ya. Terus, terus...

Terusnya yaaa.. sekarang kita udah nggak bareng-bareng lagi, Ima ngelanjutin SMA di Tasik. dan pulang kalau liburan aja. Walaupun begitu gue tetep inget semuanya, iya sih kemarin ada satu insiden dimana gue salah ngucapin ultah--" Jujur, gue disitu lupa banget. Entah kenapa gue ingetnya itu tanggal 4 bukan 11--"

4 April kemarin--"

---

Happy Birthday yaaa! Anggap aja ini kado dari gue ya :p Semoga di umur yang ke 16 ini makin berkah. Sukses buat semua yang lagi lo jalanin sekarang, jangan lupa sama kita-kita, kalau libur balik ke Mutiara terus traktir kita-kita, inget umur makin berkurang Im, rajin-rajin sedekah biar nambah pahala. Mau di do'ain panjang umur nggak? *kaboooor*
*balik lagi* Setahu gue Ima masih single nih, yang mau stalking blognya yang kosong penuh banget bisa disini. Atau kalau mau stalking disini juga bisa. HAHAHAHA *kabooor*

Minggu, 16 Februari 2014

Masa Yang Tidak Akan Tergantikan Bag.2

Sesuai janji gue beberapa hari lalu di postingan Masa Yang Tidak Akan Tergantikan Bag.1 , bahwa gue akan kembali menceritakan kepada kalian semua tentang masa-masa yang tidak pernah gue lupakan bersama sahabat-sahabat yang sudah mewarnai hari-hari gue di masa itu.

Di postingan sebelumnya, gue bercerita tentang kenakalan kita (gue dan BFF). Yang belum baca postingannya, bisa di baca disini. Nah, sekarang gue ingin menunjukan kepada kalian semua bahwa gue dan teman-teman tidak selalu nakal. Ya, intinya kita masih bisa disebut anak baik-baik, hahaha :p
Cerita ini agak membosankan, kalau tidak mau melanjutkan, silahkan close tab terlebih dahulu. Kalau penasaran, yaa.. sok diterusin aja :p
FYI : BFF itu nama genk kita beberapa tahun yang lalu, sampai sekarang sih masih. Cuma karena kita sekarang sudah pada pecah belah jadinya kita jarang berkumpul. Pecah belah yang di maksudkan disini itu adalah, kita semua berpencar. Gue yang masih dirumah, Nisa dan Puja yang mondok a.k.a pesantren, Ima yang SMAnya pindah ke Tasik, Ayu yang masih nungguin di pekain sama yang lagi sibuk di dunianya sendiri, ngegebet sana-sini. Udahlah, nggak udah dibahas. Pukpuk ya Yu. Ayu nggak kemana-mana, dia sekolah di salah satu SMA di daerah Cibubur. Jadi masih dirumah, yaa.. sekarang tinggal gue sama Ayu yang masih ngendok di Mutiara.
Oke, gue akan mulai bercerita. Mulai dari berbagai kegiatan yang pernah kita buat sendiri, salah satunya itu lomba mewarnai dan lomba menggambar. Terus, kita juga suka ikutan acara-acara yang di adakan di masjid. Masih banyaaaak lagi, dan akan gue ceritakan yang masih ingat.
---
Satu yang tidak akan pernah gue lupakan adalah saat mengadakan acara lomba menggambar dan lomba mewarnai. Kalian tahu? Saat itu usia gue kurang lebih 9 atau 10 tahun. Dibantu dengan anak-anak BFF, kita bisa mengadakan acara tersebut.

Entah siapa yang pertama kali mempunyai ide membuat acara seperti itu. Sepertinya sih gue, ah, nggak tahu juga deh. Gue lupa. Yang jelas, waktu itu gue izin sama orangtua buat mengadakan acara tersebut dirumah. Kebetulan, rumah gue dulu dibuka untuk umum karena ada perpustakaan kecilnya. Pertama-tama, gue membuat selembaran untuk dibagikan ke anak-anak kecil, lomba mewarnai itu hanya dipungut biaya 1000 rupiah. Uang yang diminta itu, nantinya akan dibelikan untuk hadiah yang menang.
Disitu kita tidak mengambil uang sepeserpun, karena semua uang itu kami belikan hadiah. Sebenarnya mereka bayar itu buat patungan beli hadiah, hahaha. Malah pernah waktu itu, untuk isi hadiahnya mengambil penghapus dan beberapa pinsil dari Ima, jelasnya, kita minta hadiah ke Ima. Sampai Ibunya melototin kita karena minta hadiahnya kebanyakan, huahaha.
Setelah membagikan selembaran, satu per satu anak-anak mulai bertadangan dengan membawa uang 1000 rupiah untuk pendaftaran. Lalu, gue mencari gambar-gambar kartun yang polos di google. Ngeprint sendiri, makan sendiri, mandi sendiri, tidur sendiri, halah..
Tidak membutuhkan waktu lama untuk mepersiapkan itu semua. Keesokan harinya, beberapa jam sebelum lomba dimulai. Kami ber lima keliling warung denga sepedanya masing-masing mencari hadiah. Yaaaa, hadiahnya nggak jauh dari jajanan warung sama alat tulis. Setelah mencari isi hadiah selesai, kita semua langsung menuju rumah gue dan menunggu peserta yang berdatangan. Dan.. acara itu pernah gue adakan beberapa kali, selalu berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Eh, tidak hanya lomba mewarnai. Pernah juga lomba menggambar, dan disitu gue mengundang salah satu tetangga gue yang jago banget menggambar Manga, namanya, kak Makini. Gue mengundang dia sebagai juri dan juga berbagi sedikit tentang ilmu menggambar yang dia punya.
---
Selain mengadakan acara seperti itu. Kita juga suka berpartisipasi dalam acara di masjid-masjid. Maklum, kita kan anak masjid :p Pernah kita nyanyi nasyid, judul nasyidnya, Bingkai Kehidupan.
Pernah juga kita berpartisipasi dalam acara BarBeQue yang diadakan oleh DKM Al-Muhajirin, dan hasil penjualannya untuk masjid. Ini bukan Barbeque bakar-bakar daging. Tetapi, BarBeque itu adalah, Barang Bekas ber-Quealitas. Rada alay memang, wakaka. Tapi kreatif lah. Jadi disitu, kita mengumpulkan barang bekas yang masih layak pakai. Mulai dari pakaian, sepatu, mainan, alat musik, alat elektronik. Dan semua barang bekas itu di jual lagi dengan harga yang murah banget. Bahkan waktu itu ada sepasang sepatu yang harganya kisaran 5-10 ribu. Dan sepatunya masih lumayan bagus. Bukan hanya kita saja, di atas kita masih ada bapak-bapak dari DKM yang tidak lain adalah orangtua dari kami semua, hahaha :D
Pernah juga, gue sama Ima mengisi acara di masjid, menampilkan boneka tangan tentang seekor ulat TPA. Gue belum lama ini menemukan rekaman suara itu. Iya, jadi kita lyp sync gitu. Malam sebelum tampil, gue sebagai Ula, Ima sebagai Uli dan Kalam sebagai narator rekaman dirumah gue, dengan dibantu oleh Abi. Dan rekaman itu masih ada, hahaha. Tadinya gue mau masukin disini, tapi kayaknya nggak bisa masukin audio ya?
---
Mungkin hanya ini saja yang bisa gue share ke kalian semua.  Karena yang gue ingat hanya segini. Kalau nanti gue ingat lagi, pasti akan gue tumpahkan disini. Semua yang pernah gue alami bersama mereka tidak akan pernah terlupakan, karena menurut gue, ini kisah yang seru. Masih banyak kisah seru kita, tapi, nanti semua udah ada jadwal postingnya. Haha, sampai jumpa di postingan selanjutnya!!
Lagi Barbeque ->
 
Lagi ngisi acara masjid, nyanyi nasyid ->
Lomba Menggambar w/ kak Makini ->

Kamis, 13 Februari 2014

Masa Yang Tidak Akan Tergantikan Bag.1

Siapa sih yang tidak pernah membuat onar dimasa kecil bersama dengan teman-teman? Bohong kalau kalian bilang ‘tidak’. Pagi ini gue ingin sedikit flashback tentang kenakalan gue dan teman-teman yang masih teringat jelas di dalam otak, ah bukan teman, sahabat. Sebenarnya nggak nakal-nakal banget sih, tapi ini nggak bisa kalau nggak disebut nakal. Hih, labil.

Sebelumnya, cerita ini panjang dan agak membosankan. Sebelum terlambat, close tab aja. Kalau masih penasaran, ya silahkan lanjutkan.
Jadi, gue dulu itu punya semacam ‘genk’ gitu. Cuma buat gaul-gaul-an doang sih, karena waktu itu lagi jamannya nge-genk. Nama genknya agak jadul, bukan ‘agak’ tapi memang jadul. Best Fried Forever, eh salah, Best Friend Forever a.k.a BFF. Genk ini beranggotakan 5 orang, Gue, Ayu, Ima, Nisa dan Fujja. Genk ini isinya perempuan semua. Kita semua se-umuran, dan kita semua satu tempat tinggal. Satu komplek perumahan lebih tepatnya. Gue, Nisa, dan Puja ini udah temenan dari TK, dari kecil deh. Begitupun dengan Ima, hanya saja bedanya itu gue sama Ima bukan teman dari sekolah. Karena emang rumah gue dan rumah Ima itu dempetan alias sebelah-sebelah-an. Kalau Ayu… Ah, nggak tahu deh. Dia dapat nemu di samping tempat sampah masjid *ketawa jahat* *Abis ini di bully sama Ayu* Intinya, kami semua itu sudah kenal dan berteman dari sejak Ingusan.
Saat mulai beranjak usia SD, yaa.. sekitar kelas 4-5 SD lah. Mulai muncul beberapa ke nakalan, bukan beberapa sih. Tapi banyak. Mulai dari ngebully anak yang baru pindah ke komplek perumahan yang kami tinggali (FYI : Kami semua penghuni lama disini, jadinya yaa.. sok ngerasa berkuasa gitu deh, tapi itu dulu.). Berantem sama genknya Uyung di masjid. Musuh-musuh-an sama Dila dkk. Isengin guru ngaji. Maaaasih banyak lagi yang sekarang udah ilang dari ingatan.
Sekarang gue tidak pernah mengerti kenapa waktu dulu itu seneng banget ngebully anak baru. Bukan gue doang sih, sama yang lain juga. Nggak jahat-jahat banget kok, cuma nggak di ajak main sama di jauhin, terus di ledek-ledek-in gitu. Ini jahat nggak sih?
Berantem sama genknya Uyung, lagi-lagi gue nggak tau kenapa bisa sampai bertengkar sama mereka. Tetapi kalau bertengkar sama mereka ini hanya saat sedang berada di masjid, padahal genknya mereka itu isinya anak kecil semua. Lebih muda berapa tahun daripada kita, tapi kita sering banget berantem sama mereka. Pernah suatu saat, salah satu Ibunya dateng kerumah gue pas selesai shalat maghrib. Itu gara-gara saat selesai shalat gue menginjak tas yang berbahan dari kertas gitu. Ibunya bilang sampai sobek, tetapi saat itu gue nggak sobekin tas punya dia. Gue langsung menyuruh si Ibunya ini untuk kerumahnya Nisa, karena yang gue tahu, setelah gue yang injek tas itu di ambil sama Nisa. Daaaan, benar saja, Ibu itu langsung jalan kerumahnya Nisa yang tidak jauh dari rumah gue. Besoknya dia cerita kalau dia disamperin sama Ibu-Ibu itu. Dan sekarang kalau lagi flashback gitu, kita nyebut mereka itu‘Musuh Bebuyutan’. Sekarang sudah biasa-biasa aja sama mereka semua

Masih soal berantem dan musuh-musuh, pernah juga kita musuhan sama Dila dkk. Lengkapnya, Dila, Rika dan Syifa. Ah, lagi-lagi gue lupa kenapa bisa sampai musuhin mereka. Kalau tidak salah mereka bertiga juga nge-genk, Disyirik nama genknya. Kalau tidak salah sih begitu. Bahkan sampai kesalnya, gue pernah membuat fan page di Facebook pada tahun sekitar 2009-an itu ‘Disyirik Haters’. Tapi itu dulu, sekarang sih udah damai sama Dila dkk :p
---
Entah tahun berapa, ada seorang guru ngaji yang sering bukan sering banget kita isengin. Kalau yang gue ingat, dulu gue pernah mindahin motornya dari depan masjid ke samping masjid. Kalau yang lain pernah ada yang masukin jangkrik ke dalam tas guru ngaji itu. Bahkan, Egis <- Genknya Uyung, pernah mengambil hp guru itu terus dia membuka sms dan foto-fotonya. Ini parah banget! Hingga akhirnya guru itu berhenti mengajar, entah kenapa. Dan sekarang, kalau kita semua lagi kumpul dan mengingat masa itu selalu ketawa-ketawa. Betapa bangornya kami saat itu, haha

Masih berhubungan dengan masjid, dulu kita semua itu paling rajin ke masjid. Bisa disebut masjid itu basecamp kita. Karena setiap habis main, pasti ke masjid dulu. Kalau jajan, terus makannya di masjid. Selain itu, kita juga rajin shalat maghrib ke masjid. Sebelum shalat maghrib, kita biasanya beli jajanan dan di bawa ke dalam masjid. Lalu apa yang terjadi? Yak! Kita nggak shalat, malah makan sambil ngobrol ketawa cekikik-an! Dosa banget ya Allah
---
Tetapi itu semua kejadian beberapa tahun yang lalu. Sekarang kita semua udah pada tobat, dan kembali pada jalan yang lurus :p  Dulu kita nggak nakal-nakal banget kok, kita juga sering membuat acara positif. Salah satunya, mengadakan lomba dan mungutin sampah di sekitar rumah. Yaak! Nanti gue akan ceritakan di postingan selanjutnya. Untuk postingan yang sekarang sampai disini dulu ya! Sampai jumpa di postingan selanjutnya! Sekian dan terima kasih! Eh, tunggu. Kalau mau lihat penampakan kami waktu kecil, nih, lihat ke bawah.
 
Kiri ke kanan : Bella, Puja, Ima dan Gue. Ayu sama Nisa nggak ada:(( Yang paling pojok itu anak yang pernah kita bully :p
Copyright © 2014 Ailsaafh's Blog