Sabtu, 25 Oktober 2014

#TalkWith Aulia Halimatussadiah (Ollie)

Hai, guys! Akhirnya, setelah sekian lama #TalkWith balik lagi. Yang dulu koar-koar bilang mau posting setiap 2 minggu sekali, sekarang sebulan sekali aja nggak ada. Udah, nggak usah bahas masa lalu, kita bahas masa depan aja, Mz *loh-_-

Oke, hari ini #TalkWith kedatangan tamu keren! Tamu kali ini seorang penulis, pemilik kutukutubuku.com dan Co-Founder NulisBuku.com. Dia adalaaaaaah.... Aulia Halimatussadiah atau bisa juga dipanggil Ollie dan Salsabeela. Banyak juga, ya, namanya, hehe. Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Kak Ollie via email beberapa waktu yang lalu. Penasaran? Silakan dilanjut bacanya, psst, baca sampai selesai, ya. Dibawah ada sesuatu buat kalian, hihi :D

---
Aulia Halimatussadiah (Ollie)

Halo, Kak Ollie! Selamat datang di #TalkWith^^

Thanks for having me^^

The Power in You bercerita tentang apa sih, Kak?

Buku 'The Power in You' saya tulis karena melihat fenomena di kalangan anak muda yang nggak punya rasa percaya diri dan bingung ingin melakukan apa dengan hidupnya. Di buku The Power in You, hopefully setelah membacanya, pembaca bisa paham prinsip hidupnya, passion dan kekuatannya untuk berkiprah membangun diri dan mencapai cita-citanya.

Oh iya, The Power in You bisa dibeli di sini kkb.co/43371 dan juga bisa lihat diskusinya di twitter dengan hastag #ThePowerinYou - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Mari Elka Pangestu
juga merekomendasikan buku ini loh^^
Cover The Power in You


Ini berarti buku motivasi, ya?

Iya, bisa dibilang ini buku untuk self-development

Waktu itu apa yang terlintas dipikiran Kak Ollie saat menulis buku The Power in You?

Awalnya dari melihat banyak sekali status galau di Twitter maupun Facebook yang membuat saya agak prihatin, hehe. Kemudian saya buru-buru menulis buku ini, diharapkan nantinya pembaca akan sibuk berkarya, bukannya sibuk menggalau :D

Sudah menulis sejak kapan?

Saya menulis sudah dari SMP, menulis cerita pendek maupun puisi. Saat kuliah, saya mulai rutin menulis blog. Menulis buku saya mulai dari saat lulus kuliah hingga sekarang. Ini tahun ke 9 saya menerbitkan karya :D

Wah! Sampai sekarang sudah berapa buku yang Kak Ollie tulis?

Sekarang sudah punya 27 buku :D

Apa saja?

Selain The Power in You, ada buku Girls & Tech, Yes, You Can!, Creative Blog Writing, After the Hone Honeymoon dan lain sebagainya.


Kenapa milih terjun ke dunia kepenulisan?

Saya tipe orang yang introvert, dan saya punya banyak pemikiran dan pendapat yang lebih mudah saya sampaikan dalam bentuk tulisan. Saya menikmati sekali proses menulis. Mulai dari menulis blog, hingga menulis buku. Bahkan bisa sampai lupa waktu. Ini yang membuat saya yakin untuk terjun ke dunia penulisan.

Menulis menurut Kak Ollie itu ibaratkan apa?

Menulis menurut saya ibarat bernapas, sarana bagi saya untuk hidup.

Selain nulis, kesibukan apa lagi yang masih berhubungan dengan menulis?

Saya menjalankan bisnis NulisBuku.com online self-publishing, yang membantu penulis-penulis muda untuk menerbitkan karyanya secara mandiri. Juga rajin bikin meet up  seputar penulisan

Saat pertama kali mengajukan naskah ke pernerbit, bagaimana perasaannya, Kak?

Deg-degan banget tentunya, karena belum pernah mengajukan naskah. Alhamdulillah, diterima. Jadi senang dan semangat terus untuk menulis.

Bagi tips menulis ala Kak Ollie dong untuk para pembaca di sini

Jangan tunda menulis, jika sedang mendapatkan inspirasi, tulislah inspirasi itu baik di notebook, maupun hp/tablet kamu. Kumpulkan saja. Meskipun cuma satu paragraph atau satu baris. Nanti bisa kamu kembangkan.
Buka mata dan buka telinga, inspirasi ada di mana-mana, asalkan kita bisa menajamkan kepekaan hati kita pada lingkungan sekitar.

Untuk kedepannya, apa harapan Kak Ollie untuk dunia menulis?

Harapan saya semakin banyak anak-anak muda yang mau berbagi pemikirannya dalam bentuk tulisan dan menerbitkan karyanya untuk dibaca banyak orang. Bagi yang berminat untuk menerbitkan secara mandiri, NulisBuku.com bisa banget membantu kamu memujudkan mimpi.

Terakhir, kasih pesan dong untuk para pembaca yang sedang menyelesaikan bukunya. 

Agar sukses menyelesaikan buku, ada 4 pertanyaan yang perlu kamu jawab.

1. Kenapa kamu menuliskan buku ini?
2. Apa yang sebenarnya ingin kamu tulisan dan kamu sampaikan ke pembaca?
3. Bagaimana cara kamu menyampaikannya di dalam buku?
4. Kapan buku ini akan kamu selesaikan?

Sebutkan juga tanggal, bulan dan tahunnya. Jika empat pertanyaan ini sudah terjawab, maka Insha Allah kamu akan segera menyelesaikan buku kamu dan bersiap melangkah lebih tinggi lagi.

Have a good week!

Thanks a lot, Kak Ollie sudah mau berbagi cerita di sini. Sukses terus untuk menulisnya!
---

Nah, seperti janji saya sebelumnya bahwa di #TalkWith kali ini ada yang berbeda. Hari ini saya mau bikin kuis, ada pulsa 25k untuk 1 orang yang beruntung. Caranya gampang, kalian hanya perlu bertanya ke Kak Ollie seputar dunia menulis, pertanyaan yang paling oke akan dijawab langsung oleh Kak Ollie plus mendapatkan pulsa 25k. Nggak besar sih, tapi cukup lah buat tanya kabar sama gebetan, sikasik^^  Jawaban pemenang akan diposting di #TalkWith berikutnya.

Oh iya, saya akan memilih 3 pertanyaan. Pemenang pertama dapat pulsa 25k + pertanyaannya dijawab, pemenang ke 2 dan 3 pertanyaannya akan dijawab, pulsanya beli sendiri, ya :p Ini formatnya,

Nama:

Akun Twitter:

Pertanyaan:

Satu kata untuk #TalkWith:

Fyi, kuis ini baru sah kalau yang ikut lebih dari 3. Kalau kurang dari 3, hadiahnya hanya pertanyaan saja. Gampang, kan? So, langsung aja kirim pertanyaan kalian di kotak komentar dibawah ini^^ Ditunggu sampai 06 November 2014 pukul 23.59

Sabtu, 18 Oktober 2014

[Gunung Story] Panen Cengkeh



Cengkeh saat dijemur

Ada yang tahu ini apa? Cengkeh! Yap. Tahu dong apa itu cengkeh?

Seperti yang kita tahu, cengkeh ini biasa dipakai untuk bumbu masakan dan bahan untuk rokok kretek. Menurut saya, rasa dan aroma cengkeh itu  unik. Saya penah nyicipin cengkeh yang masih hijau (yang belum dikeringkan), dan rasanya itu pedas. Cengkeh juga diolah untuk dijadikan minyak, dan bisa untuk mengobati sakit gigi.

FYI, dulu saya pernah tinggal di sebuah desa. Jangan bayangkan desa-desa seperti di sinetron yang indah, jalanan mulus lurus, tetangga banyak. Coba bayangkan desa yang jalannya nanjak, berbatu, tetangganya sedikit (tergantung rumahnya, ada yang banyak, ada juga yang sendiri-sendiri.), dan kanan-kiri masih hutan. Hewan liar-pun sering berkeliaran. Ada babi hutan, monyet, anjing, burung Elang, burung Hantu, Musang, dan berbagai jenis Ular. Tempat ini lebih dikenal jalur Puncak 2. Biasanya kalau lebaran dan musim mudik, jalan suka dialihkan ke sini.

Balik lagi ke cengkeh...

Nah, di samping rumah ada 2 pohon cengkeh yang ukurannya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, standar lah. Awalnya kami (se-keluarga) nggak tahu kalau cengkeh itu kalau dijual harganya tinggi. Entah waktu itu tahu dari siapa, ternyata cengkeh bisa dijual. Pas banget pada saat itu cengkeh sudah mulai tumbuh.

Hari pertama, adik laki-laki yang manjat pohon mengambil cengkeh yang sudah siap panen di batang pohon. Karena tidak bisa diambil semua, akhirnya kami minta tolong kepada salah seorang warga yang memang kerjaan-nya bantu-bantu di kebun.

Lupa dapat berapa karung dan berapa belas kilo cengkeh basah. Yang jelas, untuk kami yang baru pertama kali panen cengkeh itu sangat banyak. Melihat cengkeh itu seperti melihat lembaran uang yang siap dicabut dari pohonnya, hahaha XD.

Cengkeh-nya seger! [rumahkeboncengkeh.wordpress.com]

Setelah selesai memetik cengkeh dari pohon, kemudian kami memisahkan cengkeh dan batangnya, di pretelin. Lumayan bikin pegel leher, tapi seru. Setiap hari kalau lagi duduk, nonton tv, ngobrol, pasti sambil pretelin cengkeh. Di kanan-kiri jalan juga banyak pohon cengkeh, biasanya anak-anak sekitar situ suka ada yang mungutin cengkeh-cengkeh yang sudah copot dari batangnya dan berserakan di tanah. Lumayan, satu gelas bisa dapat beberapa ribu, cukup untuk jajan.

Setelah selesai di pretelin, cengkeh langsung dijemur sampai kering dan kalau dipatahkan itu tidak alot. Dijemurnya harus dibolak-balik, jadi setiap beberapa jam sekali kami bergilir membolak-balikkan cengkeh yang dijemur di atas terpal. Yang dijemur tidak hanya cengkeh, tapi batangnya juga. Karena batang-nya pun bisa dijual dan lebih berat daripada cengkeh, walaupun harganya jauh lebih murah dari cengkeh. Hanya Rp. 3000 - Rp. 5000.

Proses penjemuran cengkeh. [republika.co.id]
Fay lagi jemur cengkeh


Nah, setelah selesai dipisahkan dari batangnya, kemudian cengkeh dijemur di atas terpal atau nyiru. Lama penjemuran sendiri tergantung panasnya matahari, kalau lagi panas 4-5 hari sudah kering. Tapi kalau tidak terlalu panas bisa sampai 7 hari-an. Selama proses penjemuran, cengkeh harus dibbolak-balik agar keringnya merata.

Bagaimana tahu sudah kering atau belum?

Cara untuk mengetahui cengkeh sudah kering atau belum bisa dilihat dari warnanya yang berubah menjadi merah kecoklatan. Dan juga dengan cara memotek cengkeh. Kalau tidak alot, itu artinya sudah bisa dijual ke pengumpul.

Setelah satu minggu lebih berlalu, kami membawa cengkeh ke warung yang menjadi pengumpul cengkeh, di sana per kilonya kami dapat Rp. 80.000. Ada juga yang sampai Rp. 100.000 per kilo, tergantung kualitas cengkeh. Belum lagi ditambah batang cengkeh, kalau tidak salah kami dapat Rp. 700.000. Dikali pertama panen, penghasilan segitu sudah lumayan. Ditahun berikutnya, kami kembali memanen cengkeh. Penghasilannya turun Rp. 100.000. Sayang, tahun ini kami tidak memanen cengkeh. Karena kami sudah pindah rumah lagi dan tanahnya sudah bukan milik kami lagi, alias sudah dijual, hahaha XD

Sabtu, 11 Oktober 2014

Play Dough Kering? Ini Cara Mengembalikannya

Hai! Tahu mainan yang satu ini dong?


Mainan yang lebih sering disebut "Lilin Mainan", "Play Dough" atau "Play Doh" ini sahabat-an banget sama anak-anak. Dulu waktu kecil gue suka banget mainan itu, walaupun nanti tangan akan licin dan bau-nya agak-agak nggak enak, tapi tetap suka dan dimainin, hihi. Dan, ada satu hal lagi yang terkadang bikin kesel kalau si Play Dough ini keras dan nggak bisa dibentuk lagi.

Belum lama ini kami (kakak-kakaknya) membelikan Fay play dough di sini, dan karena mainnya setiap hari jadi cepat keras. Awalnya gue bingung mau diapain, masa dibuang, kan sayang. Akhirnya gue tanya-tanya sama gugel gimana caranya agar Play Dough bisa dibentuk lagi. Ada berbagai macam cara, tapi gue menemukan satu cara yang gampang banget. Gue sudah mencoba cara ini dan... berhasil, yeay! Alatnya cuma pakai tissue basah aja kok, gampang.


Udah kering, retak-retak.


Bungkus Play dough dengan tissue basah.

Kemudian tutup dengan rapat, tunggu sampai beberapa jam.
Dan... tadaaa! Seperti baru lagi.

Empuk banget!
Gampang, kan? Banget! Tapi kalau ada yang lumayan keras, harus dua kali, karena tengahnya masih keras. Jadi pas yang pertama selesai, dicampur-campur, terus dibungkus lagi pakai tissue basah. Cara ini cuma buat bikin empuk aja, ya. Noda-noda atau warna yang tercampur tidak akan hilang. Gue udah beberapa kali mencoba, dan selalu berhasil. Oke, selamat mencoba, ya! Semoga bermanfaat^^

Minggu, 05 Oktober 2014

Happy Birthday, Fay!

Fay


Ini namanya, Fay. Lengkapnya, Thufailah Aflah Humaira. Fay ini anak ke 4 dari 5 bersaudara, tanggal 1 Oktober kemarin baru saja menginjak usia 5 tahun, uwuwuwu, nggak kerasa udah 5 tahun. Beberapa hari yang lalu gue nanya sama Fay mau kado atau kue ulang tahun. Ternyata dia milih kado. Berhubung Fay punya 3 kakak (gue, Kalam, Cacay) yang baik hati *angkat kerah*, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk membeli kado H-2 ultah Fay. 

29 September 2014

Hari ini gue berniat buat nyari Chunky Bar 1kg. Setelah cari-cari akhirnya dapat info ada toko cokelat di daerah Cibubur, gue langsung ngechat toko itu via BBM. Ternyata... lagi kosong, ada lagi bulan Desember nanti, pfft. Dia nyaranin gue ke Kerpur, di Cibubur nggak ada Kerpur. Katanya, Kerpur Lebak Bulus aja. Mak, jauh banget. Gue tanya sama Umi, ternyata, Umi juga bilang biasanya Cuma ada di Kerpur, dulu pernah beli juga di situ. Yah, gagal deh Chungky Bar 1kg-nya.

Karena udah niat mau beliin kado, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk ke Gramedia Kids di Ciputra. Saat matahari lagi panas-panasnya, kita bertiga langsung ke Gramed. Setelah diskusi, akhirnya terpilih beberapa mainan yang akan dibungkus buat Fay. Diskusinya lumayan lama, karena kita mikir-mikir dulu. Pertama, harganya lumayan nekat. Kedua, kita tau itu Cuma mainan yang pasti bakalan rusak/ilang-ilangan. Ketiga, takut kena tegur orangtua Cuma beli mainan begitu. Hahaha, tapi kita balik lagi ke niat awal, “Mau bikin Fay seneng.” Ya, akhirnya dibeli juga deh mainan itu. Sebenarnya harga segitu sebanding sih sama kualitasnya, dan gue tahu itu bukan mainan asli Indonesia, jadi wajar kalau harganya sedikit bikin dompet kering. 

Setelah selesai transaksi, kita sekalian minta dibungkus biar nanti di rumah nggak perlu repot lagi. Dan, selesai. 
Tadaaaa! Bungkus kecil paling kanan itu yang isinya kosong, hihi.

30 September 2014

Hari ini kita udah gregetan banget ingin lihat bagaimana ekspresi Fay saat melihat kado itu.  H-1 ini Fay lagi semangat-semangatnya hafalin An-Naba. Ya, dia beberapa hari terakhir ini lagi ngafalin surat itu. Dan, kita bertiga bilang, “Pokoknya harus lancar dulu, baru dikasih kado.” 

Hari ini dia udah lumayan lancar, Cuma ada beberapa ayat yang masih lupa. Walaupun gitu, Fay keren. Gue hafal An-Naba, ya, baru usia 15 tahun ini. Dia 5 tahun, gue kalah 10 tahun. Bahkan, Zidna 3, 5 tahun (adiknya Fay) udah hafal beberapa ayat. Umur segitu, palingan gue baru hafal Balonku, duh, malu.

Oke, menjelang sore kita bertiga kepikiran buat ngerjain Fay. Jadi, kita mau bikin satu kotak yang isinya Cuma permen Yupi 1 biji. Nanti biar dia kecewa gitu, hahaha. Nggak apa-apa lah dijailin dulu sebelum dia seneng.

Malam hari sekitar pukul 7, Abi pulang dari kantor. Abi juga udah bawa kado buat Fay, karena Abi nunjukin kado itu pas malam itu juga. Akhirnya, kado yang niatnya dikasih 1 Oktober, kita berikan sekarang. Biar sekalian. Ah, terlalu cepat satu hari nggak apa-apa lah. Toh, Fay juga belum terlalu ngerti tanggal. Sesuai rencana, kita kasih kotak kecil dulu. Eh, pertama-tama dia buka kado dari Abi, dan dapat ini, yeay!

Wiiii! Ini dari Abi!
Setelah itu, baru deh kita kasih kotak kecil. Mukanya langsung berubah, “Yah, ini mah boongan!” kotaknya langsung dijauhin sama Fay, hahaha. Tiba-tiba... tadaaaa!

“Waaah! Beneran, nih?” 

Mukanya seneng banget, dia nggak percaya dikasih itu. Dia semangat banget buka kadonya, dan... ini isinya, hihi. Fay langsung pelukin kakak-kakaknya.

 
Hihihi


Bukanya semangat banget!
Wiii! Ini dari Kakak-kakaknya!

Happy Birthday, Fay! Semoga sehat terus, sayang sama Umi Abi, sayang juga sama kakak-kakak dan adiknya, An-Naba nya cepat lancar, pokoknya semua yang terbaik buat Fay. Mwah:*
Semenjak dia ultah kemarin, ada yang berubah, contohnya tadi pagi pas mau pergi..

“Fay, kok nggak duduk di depan?” Tanya gue heran ketika melihat dia pindah duduk dari depan ke belakang.

“Nggak lah. Kan udah ulang tahun, udah jadi kakak, nggak boleh dipangku lagi.”

Ada lagi..

“Fay, jilbabnya mau dibuka nggak?” Tanya Umi yang ngeliat Fay kepanasan

“Nggak, ah. Kan udah jadi kakak-kakak."

Tsah banget lah, hihihi. Dan, ini ada beberapa foto Fay dari lahir sampai sekarang :D


Menit Pertama

Menit Pertama
Fay at Borobudur 4th

Zid dan Fay

Ketawanya... mwah!
Lagi lucu-lucunya nih.. 8 bulan-an
Fay at Gunung

Hoam..


Fay dan Zid at Kotwis




Jumat, 03 Oktober 2014

Setelah Sekian Lama...

Hai *keluar dari semak-semak*

Setelah sekian lama akhirnya kembali. Mungkin ada yang bertanya seperti ini?



Beberapa bulan terakhir ini lagi stuck, dan benar-benar nggak tahu mau berbuat apa. Padahal banyak yang harus dikerjakan, tapi... begitulah. Ini semua terjadi setelah naskah ditolak penerbit. Aduh, nyes banget rasanya. Sakitnya itu nggak jauh beda sama dicuekin gebetan. Udah gitu ditolaknya tanpa dikasih satu pun catatan dan itu membuat gue semakin... Udah ah, nggak mau bahas ini.

Lagipula, seharusnya itu nggak jadi alasan buat terus nulis dan bikin lagi yang lebih berkualitas.
Yaudah, ini aja yang ingin gue sampaikan pada malam ini. InsyaAllah, setelah postingan ini segmen #TalkWith akan hadir 2 minggu lagi, tentunya dengan penulis keren dan akan ada yang beda di #TalkWith kali ini. Dadaaah, gut nite epribadeh :*

Copyright © 2014 Ailsaafh's Blog